BAB I
PENDAHULUAN
Belajar
merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang
dengan maksud memperoleh pengetahuan serta untuk meningkatkan keterampilan yang
dimiliki seseorang, kegiatan belajar dapat dilakukan dimana saja misalnya di
perpustakaan, museum, sekolah maupun tempat rekreasi. Menurut Wertheimer proses
belajar tidaklah tepat mempergunakan metode menghafal tetapi, tetapi lebih baik
bila murid belajar dengan pengertian atau pemahaman.
Kegiatan
belajar harus berlandaskan pada teori-teori dan prinsip-prinsip belajar agar
bisa mencapai tujuan dari kegiatan belajar tersebut. Teori belajar membahas dan
menjelaskan bagaimana individu belajar dengan maksud memperoleh pengetahuan,
keterampilan, sikap dan nilai dari suatu proses pembelajaran. Teori-teori
belajar dapat digunakan sebagai landasan untuk menciptakan suatu proses atau kegiatan
pembelajaran yang ingin dicapai oleh seorang guru khususnya dan oleh masyarakat
luas pada umumnya, salah satunya teori belajar kognitif yang akan dibahas dalam
makalah ini.
PEMBAHASAN
A. Pengolahan Informasi Dan Teori Pembelajaran Kognitif
Pengolahan informasi mengandung
pengertian tentang bagaimana seorang individu mempersepsi, mengorganisasi, dan
mengingat sejumlah besar informasi yang diterima individu dari lingkungan. Hal
yang demikian juga dapat dikatakan bahwa pengolahan informasi dapat dikatakan
sebagaimana respon individu terhadap informasi yang diberikan oleh lingkungan
disekitarnya. Pengolahan
informasi merupakan perluasan dari bidang kajian ranah psikologi kognitif.
Dimana dalam ranah psikologi kognitif ini sebagai upaya untuk memahami
mekanisme dasar yang mengatur cara berpikirnya orang (Anderson, 1980). Dalam
teori pengolahan informasi memiliki suatu perbedaan dengan teori belajar yaitu
pada derajat penekanan pada soal belajar. Pengolahan informasi tidak
memberlakukan belajar sebagai titik pusat penelitian yang utama melainkan juga
melihat sisi lainnya, seperti pada informasi yang diperoleh ataupun melihat
kemampuan memori seorang individu.
Menurut Anderson,
1980 “belajar itu hanyalah merupakan salah satu proses yang diselidiki dan
antara kegiatan belajar dan sub-sub ranah lain dari psikologi kognitif tetap
tidak jelas. Namun demikian, penelitian pengolahan informasi memberikan
sumbangan atas pengertian proses belajar. Dari pernyataan Anderson tersebut
dapat kita simpulkan bahwa antara belajar dan pengolahan informasi adalah dua
aspek yang saling melengkapi.
Memori kerja atau jangka pendek,
adalah sistem penyimpanan yang menampung lima hingga sembilan potongan
informasi setiap saat. Informasi masuk ke memori kerja dari rekaman indera
maupun memori jangka panjang. Pengulangan adalah proses pemanggilan kembali
informasi untuk menempatkannya ke dalam memori kerja.
Memori jangka panjang, adalah bagian
sistem memori dimana sejumlah besar informasi disimpan dalam kurun waktu yang
tidak terhingga. Teori pembelajarankognitif menekankan pentingnya membantu
siswa menghubungkan informasi yang sedang dipelajari dengan informasi yang ada
dalam memori jangka panjang.
B. Teori Pembelajaran
KognitIF
Teori
pembelajaran kognitif merupakan suatu proses yang terjadi dalam akal pikiran
manusia. Pada dasarnya belajar adalah suatu proses usaha yang melibatkan
aktivitas mental yang terjadi dalam diri manusia sebagai akibat dari proses
interaksi aktif dengan lingkungannya untuk memperoleh suatu perubahan dalam
bentuk pengetahuan, pemahaman, tingkah laku, keterampilan dan nilai sikap yang
bersifat relative dan berbekas.
Belajar diartikan sebagai perubahan
perilaku yang relative permanen sebagai akibat dari adanya latihan. Teori
kognitif menurut Bambang Warsita yang beranggapan bahwa “Belajar adalah
pengorganisasian aspek-aspek kognitif dan persepsi untuk memperoleh pemahaman”,
maksudnya bahwa belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak
selalu dapat dilihat sebagai tingkah laku. Di mana teori ini menekankan pada
gagasan bahwa bagian-bagian suatu situasi saling berhubungan dalam kontek
situasi secara keseluruhan.
Istilah kognitif ( cognitive ) berasal
dari kata cognition yang padanan katanya knowning, artinya mengetahui. Dalam
arti luas cognition ( kognisi ) ialah perolehan, penataan, dan penggunaan
pengetahuan. Dalam perkembangannya istilah kognitif menjadi popular sebagai
salah satu domain atau ranah psikologis manusia yang meliputi setiap perilaku
mental dan berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi,
dengan pemecahan masalah, kesenjangan, dan keyakinan.
Teori psikologi kognitif adalah bagian
terpenting dari sains kognitif yang telah memberikan kontribusi yang sangat
berarti dalam perkembangan psikologi belajar.
Sains kognitif merupakan himpunan disiplin yang terdiri atas : psikologi
kognitif, ilmu-ilmu computer, linguistik, integensi buatan, matematika,
epistemology, dan psikologi syaraf.
Teori pembelajaran harus mampu
menghubungkan antara hal yang ada sekarang dengan bagaimana menghasilkan hal
tersebut. Teori belajar menjelaskan dengan pasti apa yang terjadi, namun teori
pembelajaran hanya membimbing apa yang harus dilakukan untuk menghasilkan hal
tersebut. Ada 3 hal yang terkait dengan teori pembelajaran:
1. Teori pembelajaran
harus memperhatikan bahwa terdapat banyak kecenderungan cara belajar siswa, dan
kecenderungan ini sudah dimiliki siswa jauh sebelum ia masuk ke sekolah.
2. Teori ini juga
terkait dengan adanya struktur pengetahuan.
Ada 3 hal yang terkait dengan struktur
pengetahuan:
a) Struktur
pengetahuan harus mampu menyederhanakan suatu informasi yang sangat luas.
b) Struktur
pengetahuan tersebut harus mampu membawa siswa kepada hal-hal yang baru,
melebihi informasi yang telah dijelaskan.
c) Struktur
pengetahuan harus mampu meluaskan cakrawala berpikir siswa, mengkombinasikannya
dengan ilmu-ilmu lain.
3. Teori pembelajaran
juga terkait dengan hubungan optimal. Seorang guru harus mampu mencari hubungan
yang mudah tentang sesuatu yang akan diajarkan, agar murid lebih mudah
menangkap informasi tersebut.
BAB III
PENUTUP
Pengolahan informasi ialah pemrosesan
informasi yang aktif melalui tahapan
(a) mengumpulkan informasi dan mengubahnya
menjadi kode-kode,
(b) menyimpan informasi, dan
(c) mengingat kembali ababila
diperlukan.
Teori pembelajaran kognitif ialah
prosesinternal yang tidak dapat diamati secara langsung. Perubahan tingkah laku
terjadi dalam situasi tertentu sebagai reflaksi perubahan internal. Aplikasi
praktis teori kognitif dalam pembelajaran ialah bahwa pembelajaran harus
menekankan perhatian siswa, dan mengutamakan makna bukan memorasi. Belajar
diartikan sebagai perubahan perilaku yang relative permanen sebagai akibat dari
adanya latihan. Istilah kognitif (cognitive) berasal dari kata cognition
(kognisi) ialah perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan. Dalam
perkembangannya, istilah kognitif menjadi popular sebagai salah satu domain
atau ranah psikologis manusia yang meliputi setiap perilaku mental dan
berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, dengan
pemecahan masalah, kesenjangan, dan keyakinan.
b. Saran
DAFTAR PUSTAKA
·
Suyono dan Hariyanto. 2001. Belajar dan Pembelajaran; Teori dan Konsep Dasar. Bandung: PT Rosda
Karya
·
Muhaimin, Sutia’ah, Nur Ali. 2002. Paradigm Pendidikan Islam; Upaya Mengefektifkan PAI di Sekolah.
Bandung: PT Remaja Rosda Karya
·
Bambang Warsita. 2008. Teknologi
Pembelajaran; Landasan Dan Aplikasinya. Jakarta: Rineka Cipta
·
Sutiah. Buku ajar
Teori Belajar dan Pembelajaran, 2003, Universitas Negeri Malang.
Sangat bermanfaat
BalasHapusMenarik
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusmenarik
BalasHapusSangat membantu
BalasHapus👍👍
BalasHapusMenarik...
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapusBagus
BalasHapusGood
BalasHapusmembantu
BalasHapuskeren
BalasHapusbagus
BalasHapussangat bemanfaat
BalasHapusthanks artikelnya
BalasHapussangat membantu
BalasHapusbagus
BalasHapusbagus
BalasHapusmenarik
BalasHapussangat bagus
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusBermanfaat
BalasHapusMenarik skali
BalasHapusMenarik
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapus